"Kutukan" Keris Empu Gandring


by Helmi Fauziridwan |


legenda keris empu gandring
Empu Gandring merupakan pembuat keris yang sangat terkenal. Banyak keris yang dia buat, namun yang paling fenomenal mungkin keris yang ‘mewarnai’ pendirian dan pergantian kekuasaan kerajaan Singasari.

Keris ini sangat berhubungan erat dengan Ken Arok, raja pertama Singasari. Ken Arok yang pada awalnya hanya seorang maling dari Padang Karautan, setelah menerima saran dari Brahmana Lohgawe, dia kemudian mengabdi pada Akuwu Tumapel, Tunggul Ametung. Ken Arok juga terpesona pada istri Tunggul Ametung, Ken Dedes, yang konon cantiknya tiada tara. [Tumapel: sekarang di wilayah Malang]

Ken Arok yang pada dasarnya memang orang yang susah diatur, menyimpan suatu rencana untuk mengambil alih posisi Tunggul Ametung. Untuk memuluskan niatnya itu, dia membutuhkan senjata yang membuatnya mendatangi Empu Gandring. Ken Arok meminta Empu Gandring membuatkan keris. Empu Gandring merupakan pembuat keris yang handal. Konon, bahan pembuat kerisnya bukanlah bahan biasa. Bahannya merupakan meteorite.

Keris yang bagus tentu saja tidak bisa selesai dibuat dalam 1-2 hari. Empu Gandring meminta Ken Arok sabar menunggu selagi empu handal tersebut menempa keris pesanan Ken Arok. Setelah agak lama berlalu, Ken Arok mendatangi Empu Gandring, meminta keris pesanannya. Kerisnya ternyata belum selesai dibuat. Beberapa lama kemudian, Ken Arok kembali datang untuk mengambil keris yang membuatnya sangat tidak sabar menunggu. Kerisnya ternyata masih belum selesai. Hal serupa terus terjadi.

Untuk ke sekian kalinya, Ken Arok mendatangi Empu Gandring. Keris tersebut ternyata masih belum juga selesai. Empu Gandring mengatakan bahwa keris tersebut belum sempurna, yang meskipun ternyata masih belum sempurna, keris itu sudah terlihat sangat indah dan ‘hebat’. Ken Arok kesal bukan kepalang karena Empu Gandring dianggapnya terlalu lama menyelesaikan keris pesanannya. Saking kesalnya, dia menghujamkan keris yang belum sempurna itu ke tubuh Empu Ganding. Sebelum menghembuskan nafas yang terakhir karena ditikam keris buatannya sendiri, Empu Gandring mengucapkan ‘kutukan’, bahwa keris itu akan memakan korban tujuh turunan Ken Arok, termasuk Ken Arok sendiri.

legenda keris empu gandring

Ken Arok kemudian pergi meninggalkan Empu Gandring dan membawa keris yang belum jadi itu. Ken Arok mempunyai teman yang bernama Kebo Ijo. Kebo Ijo yang tertarik pada keris Ken Arok meminjam keris tersebut untuk sementara waktu. Ken Arok pun dengan senang hati meminjamkannya.

Keris Ken Arok yang sekarang dipegang Kebo Ijo rupanya membuat dia sangat bangga, karena Kebo Ijo benar-benar terpesona pada keris itu. Dia selalu membawa keris itu ke mana-mana sehingga orang-orang menganggap bahwa keris itu adalah milik Kebo Ijo. Ternyata, di balik peminjaman keris miliknya, Ken Arok menyimpan suatu siasat yang licik. Niatnya untuk mengambil posisi Akuwu Tumapel masih belum sirna. Suatu malam, dia ‘mencuri’ keris miliknya dari Kebo Ijo. Dia kemudian menyelinap ke kamar Tunggul Ametung. Dengan kesaktian yang dimilikinya, mudah saja bagi Ken Arok untuk masuk dan kemudian membunuh Tunggul Ametung. Senjata yang digunakan untuk membunuh suami Ken Dedes itu adalah keris Empu Gandring. Dan Ken Arok sengaja meninggalkan kerisnya di ‘TKP’. Hasilnya, Kebo Ijo yang kemudian dituduh membunuh Tunggul Ametung, dan Kebo Ijo pun dihukum dengan keris yang sama.

Sesuai rencananya, Ken Arok menjadi Akuwu Tumapel dan menikahi janda Tunggul Ametung, Ken Dedes. Pernikahan ini pun ternyata karena Ken Arok teringat pada kata-kata Brahmana Lohgawe, bahwa siapapun yang memperistri Ken Dedes akan menjadi raja dunia. Ken Arok pun kemudian merencanakan makar (pemberontakan) pada pemerintahan Kediri. Pasukan Ken Arok yang kalah banyak dari pasukan Kediri berhasil mengalahkan Kediri. Kediri pun hancur. Ken Arok mendirikan wangsa baru, wangsa Rajasa, sekaligus mendirikan Kerajaan Singasari.

Anak pertama Ken Dedes, Anusapati, merasakan perlakukan berbeda dari Ken Arok. Setelah terus-terusan didesak anaknya, akhirnya Ken Dedes memberi tahu Anusapati bahwa Ken Arok bukanlah ayahnya. Saat dinikahi Ken Arok, Ken Dedes sedang mengandung anak Tunggul Ametung. Anusapati dendam kesumat. Dia kemudian menyuruh bawahannya, Batil Pengalasan, untuk membunuh Ken Arok. Ken Arok berhasil dibunuh, juga dengan keris Empu Gandring. Merasa takut dalang pembunuhan Ken Arok diketahui, Anusapati membunuh bawahannya itu, dengan keris yang juga membunuh ayah tirinya. Anusapati naik tahta.

Naiknya Anusapati tidak disukai oleh Tohjaya, anak Ken Arok dan Ken Umang (selir Ken Arok). Mengetahui Anusapati sangat menyukai sabung ayam, Tohjaya mengajaknya menyaksikan sabung ayam. Saat sedang lengah, Anusapati dibunuh, dengan keris Empu Gandring. Tohjaya pun naik tahta.

Karena Tohjaya hanya anak selir, dia tidak berhak menjadi raja. Terjadilah kudeta yang dipimpin oleh Ranggawuni (anak Anusapati) dan Mahesa Campaka (anak Mahesa Wong Ateleng: anak Ken Arok + Ken Dedes). Tohjaya berhasil dikalahkan, juga dengan senjata yang sama, keris Empu Gandring.

Setelah itu, tidak diketahui keberadaan keris ‘pencabut nyawa’ tersebut. ‘Kutukan’ Empu Ganding pun terlaksana, meskipun tidak sepenuhnya tepat karena dari tujuh korban, yang merupakan keturunan Ken Arok hanyalah Tohjaya.
  1. Empu Gandring
  2. Tunggul Ametung
  3. Kebo Ijo
  4. Ken Arok
  5. Batil Pengalasan
  6. Anusapati
  7. Tohjaya

Ken Dedes mempunyai gelar Sang Ardhanareswari yang berarti ‘ibu para raja’. Setelah meninggal, dia ‘diarcakan’ sebagai Prajnaparamitha. Arca yang indahnya luar biasa itu sekarang hanya tinggal replikanya saja di Indonesia, sedangkan yang aslinya dibawa oleh Belanda saat bangsa itu menjajah negara kita.

Cucu Ken Arok dan Ken Dedes, Mahesa Campaka, nantinya mempunyai anak bernama Dyah Lembu Tal. Dan Dyah Lembu Tal nantinya mempunyai anak (hasil perkawinan dengan Rakeyan Jayadarma, raja Sunda Galuh) yang bernama Wijaya. Wijaya, atau biasa disebut Raden Wijaya, adalah raja pertama Majapahit. Menjelang masa-masa kehancuran, salah satu raja Majapahit adalah Brawijaya V, atau dikenal juga dengan nama Breh Kertabhumi. Breh Kertabhumi mempunyai putra, yang bernama Raden Patah, yang nantinya menjadi sultan (atau raja) pertama Kerajaan Demak. Sehingga gelar Sang Ardhanareswari untuk Ken Dedes memang sudah sangat tepat.



About the Author :

Penulis adalah seorang blogger yang sering menulis artikel-artikel dan tips-tips di blog.

Website penulis: Kolom-Bacaan



0 Comments:


Komentar Terbaru

Pedialicious

 

Bacaan Favorit | Dark Background Modified by Helmi Fauziridwan, Copyright © 2011-2014 LKart Theme is Designed by Lasantha